free web page counters

Tips Sukses menjadi Petani dengan Keuntungan Puluhan Juta

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Beberapa orang yang memutuskan untuk menjadi petani seringkali mengalami kegagalan di awal, pertengahan atau hampir selalu gagal ketika bercocok tanam. Ketahui tips sukses menjadi petani berikut ini sobat agar meminimalisir terjadinya kegagalan dalam bertani.

Kegagalan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, entah itu faktor teknis atau non teknis. Jadi untuk menghindari kegagalan tersebut, simak tips berikut ini.


Tips Sukses Menjadi Petani Sejak Dini

1. Berani Berinovasi

Inovasi tidak hanya dalam bidang teknologi saja, dalam sektor pertanian juga bisa membuat inovasi baru yang bermanfaat. Hingga detik ini sudah ditemukan beberapa inovasi baru dalam sektor pertanian yang digagas oleh para mahasiswa yang memahami sektor tersebut. Namun sayangnya inovasi yang sudah ada ini belum tersampaikan secara merata ke masyarakat Indonesia.

Bagi kamu yang telah mengetahui inovasi dalam bidang pertanian, sebaiknya diterapkan dan dievaluasi dengan baik. Apabila cara tersebut berhasil, berbagilah dengan sesama petani lain dengan tujuan untuk memajukan ekonomi. Jika kamu berada di zona nyaman dan tidak mau berinovasi, maka akan sulit bersaing dengan petani lainnya.

Inovasi tersebut seperti mencoba pertanian modern yaitu dengan cara Hidroponik maupun aquaponik atau juga bisa dengan menggunakan teknologi pertanian yang terkini.

2. Ikuti Koperasi

Koperasi merupakan wadah atau tempat yang tepat untuk berkumpulnya para petani dari berbagai macam bidang pertanian. Adanya koperasi ini akan memberikan dampak yang positif bagi para petani terkait penjualan hasil panen tersebut. Kamu bisa ikut tergabung dalam koperasi atau membentuk koperasi khusus para petani jika belum ada.

Dengan mengikuti koperasi ini diharapkan para petani bisa meningkatkan harga jualnya dan tidak di bawah standar. Pastikan dalam koperasi tersebut merupakan orang-orang yang memang sudah berpengalaman lama dalam bertani ataupun update informasi harga pasar terbaru.

3. Perluas Jaringan Pasar

Para petani sebaiknya memperluas pengetahuan tentang pasar agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Pengetahuan yang dimaksudkan disini adalah tentang bagaimana cara memasarkan produk hasil panen hingga terjadinya peningkatan ataupun penurunan harga jual. Ini bertujuan agar petani tidak tertipu oleh oknum tertentu yang memberikan harga murah.

Dengan memperluas jaringan pasar, secara tidak langsung jaringan penjualan juga akan meningkat sehingga penjualan produk semakin meluas. Bahkan di era perkembangan teknologi saat ini para petani bisa menjual hasil panen ataupu olahannya secara online dan praktis. Bergabunglah dengan komunitas lain yang bisa memperluas jaringan pasar.

4. Pertahankan Kualitas Produk Pertanian

Kesuksesan dalam bertani tentu tidak terlepas dari kualitas hasil produk yang dihasilkan. Salah satu hal tersulit disini adalah mempertahankan kualitas terbaik dari hasil produksi. Dalam mempertahankannya tentu tidak terlepas dari bagaimana perawatannya hingga tahap panen. Semakin baik suatu produk, umumnya harga jualnya akan semakin baik pula.

Dalam mempertahankan kualitas produk ini, kamu bisa mengoptimalkan pada tahap perawatannya. Apabila cara perawatan yang dilakukan di musim sebelumnya berhasil, maka bisa kamu lanjutkan ataupun berinovasi agar lebih baik. Sebaliknya, jika terjadi kesalahan dalam perawatan lahan, tentu perlu evaluasi agar tidak terjadi kegagalan lagi.

5. Pintar Mengambil Peluang

Adapun peluang yang dimaksud disini adalah peluang dalam menanam suatu tanaman. Contoh kasus yang seringkali ditemukan di lingkungan sekitar adalah terkait harga cabai. Ketika mengetahui harga cabai sedang naik, para petani biasanya langsung menanam cabai seluruhnya tanpa menanam jenis tanaman lain.

Kondisi seperti ini akan berdampak pada musim panen tiba, dimana kuantitas cabai akan overload dan akibatnya adalah harganya turun di bawah standar. Dari sini kamu bisa belajar untuk tidak ikut-ikutan dalam menanam sesuatu. Namun kamu bisa mengambil peluang dengan cara menanam komoditas lain yang tidak kuantitasnya tidak terlalu banyak.

Jika cermat, di masa panen nanti harga jualnya masih berada di harga standar atau justru di atasnya. Kamu harus pintar-pintar dalam membaca permintaan pasar atau dalam dekade tertentu. Apa saja yang konsumen butuhkan, kualitas seperti apa yang diinginkan dan sebagainya.

6. Pahami Kondisi Lingkungan

Terakhir dari tips sukses menjadi petani adalah memahami kondisi lingkungan yang terkadang tidak bisa ditebak. Indonesia sendiri memiliki daerah-daerah yang beragam, ada yang memiliki curah hujan tinggi, ada juga yang mengalami kekeringan parah. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

  • Kamu harus memahami kondisi cuaca harian atau musiman di lingkungan sekitar, khususnya lahan pertanian.
  • Pintarlah dalam memilih jenis tanaman yang cocok ditanam pada musim tersebut.
  • Pahami hama atau penyakit tanaman apa saja yang seringkali bermasalah pada musim tersebut dan cari solusi permasalahannya.

Kesalahan Yang Seringkali Dilakukan Petani Pemula

1. Salah Dalam Memilih Partner

Kesalahan yang seringkali dilakukan di awal adalah salah dalam memilih partner bisnis, termasuk jasa angkut barang, penyalur hasil produksi dan sebagainya. Dalam hal ini kamu wajib mencari partner bisnis yang sudah berpengalaman lama, jujur dan tentunya kredibel.

Kamu bisa mengajukan surat penawaran kerjasama bisnis pada pihak tertentu untuk membantu usaha di awal. Ketika membuat surat penawaran kerjasama, pastikan ada hitam di atas putih untuk dijadikan pegangan jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

2. Lalai Melakukan Riset Lapangan

Riset lapangan dalam bercocok tanam ini sangat penting agar nantinya kamu mendapatkan produk yang diinginkan dan hasilnya juga maksimal. Adapun yang termasuk dalam riset ini diantaranya adalah permintaan pasar, harga jual, jumlah yang diminta dan sebagainya. Lakukan riset secara mendalam atau dengan mendatangi beberapa tempat dan menganalisanya secara langsung.

3. Jaringan Pasar Kecil

Di awal bertani, membangun jaringan pasar memang bukan perkara yang mudah dan membutuhkan usaha ekstra untuk mewujudkan jaringan pasar yang luas. Ketika masih di awal, kamu bisa memulainya dengan menawarkan hasil panen di lingkungan tempat tinggal, pasar tradisional dan tempat lain yang tidak jauh.

Jangkau seluruh wilayah di sekitar tempat tinggal tersebut dengan tujuan untuk mengoptimalkan market kecil. Jika market kecil telah terjangkau, mulailah menawarkannya di daerah lain dan disini biasanya kamu akan mengeluarkan uang lebih untuk jasa angkut menuju lokasi tersebut. Persiapkan dan perhitungkan seluruhnya secara matang agar kamu tidak  mengalami kerugian.

4. Tidak Mengikuti Perkembangan Zaman

Di era modern saat ini, penjualan hasil panen ataupun olahan produksi sebenarnya bisa dipasarkan melalui platform digital. Ketika kamu menghasilkan produk olahan baru, kamu bisa mencoba memasarkannya di beberapa e-commerce. Mulailah belajar memahami setiap platform media online karena bisa menjadi ladang bisnis pertanian yang menjanjikan.

5. Tidak Menjaga Kualitas Produksi

Kualitas hasil produksi merupakan hal mutlak yang harus kamu pertahankan jika ingin menjadi petani yang sukses. Ilustrasi mudahnya adalah ketika sudah mulai banyak konsumen yang mempercayai hasil produksi pertanianmu, kemudian pada produksi kesekian kualitasnya menurun, maka konsumen akan berpikir dua kali untuk membeli produk pertanian milikmu.

Pastikan kamu menjaga kualitas produksi atau bisa juga dengan membuat variasi hasil pertanian lainnya yang diminati pasar. Hasil produksi yang bagus tentu akan disukai oleh banyak orang dan secara tidak langsung akan mempertahankan konsumen tetap.

Selain melakukan tips sukses menjadi petani di atas, kamu juga bisa belajar dari petani lainnya secara langsung untuk mendapatkan pengalaman baru. Mulailah berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman agar kelak menjadi petani yang sukses.