Hidroponik selama ini sering digadang-gadang sebagai salah satu sistem bioteknologi yang membawa banyak keuntungan. Hal ini lantas disetujui oleh sebagian besar para pecinta taman yang tidak memiliki lahan luas. Meski ada benarnya, ternyata ada juga beberapa kekurangan hidroponik yang perlu kamu tahu. Hal ini bisa menjadi pelajaran yang nantinya bisa kamu selesaikan dengan solusi terbaik.
Hidroponik disebut sebagai sistem yang mudah dan sederhana dalam hal cocok tanam. Hal itu benar adanya. Dengan membudidayakan sistem ini, memang ada banyak sekali kelebihan yang akan kamu dapatkan. Namun hal tersebut seimbang dengan beberapa kekurangan yang harus kamu hadapi, seperti yang telah dijelaskan di atas sobat.
10 Kekurangan Hidroponik yang Perlu Kamu Tahu
1. Investasi Awal Tinggi
Jika cocok tanam dengan media tanah harus bermodal lahan, maka hidroponik memiliki investasi modal yang lebih banyak rinciannya. Untuk beberapa orang, hitungan investasi ini bisa dibilang cukup tinggi. Karenanya, tidak semua orang bisa membudidayakan sistem hidroponik dengan baik. Contohnya apabila kamu menjadikan metode hidroponik sebagai bisnis maka yang perlu kamu siapkan adalah tempat skala produksi segala jenis tanaman dan sayuran hidroponik yang cukup besar. Greenhouse, Gully Trapesium atau talang air untuk wadah/tempat tanam, media tanam, nutrisi, bibit, dan alat perlengkapan untuk perawatan.
2. Semakin Besar Skala, Semakin Besar Modal
Hampir sama dengan penjelasan sebelumnya, semakin besar skala bisnis akan membuat modal hidroponik semakin besar pula. Dengan proses hidroponik skala besar, kamu akan butuh media, alat, dan bahan yang semakin banyak.
Untuk menumbuhkan tanaman berskala besar itu juga akan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Semua dilakukan agar hasil panen jadi lebih bermutu.
3. Media Alat Masih Susah Ditemukan
Hidroponik memang sudah mulai dibudidayakan di Indonesia. Namun sebagian besar masyarakatnya masih mendominasi cocok tanam dengan media tanah. Tidak heran jika pada banyak toko tanaman, masih sangat jarang didapatkan peralatan untuk manajemen rawat hidroponik.
Tidak hanya alat perawatan, modul atau media yang digunakan pada hidroponik pun terbilang masih sulit ditemukan. Hal ini yang menyebabkan banyak orang lebih memilih membuat modul atau medianya sendiri.
4. Proses Perawatan Perlu Dilakukan Dengan Sangat Cermat
Salah satu kerumitan dalam melakukan hidroponik adalah saat proses merawatnya. Pada prosesnya, hidroponik membutuhkan kecermatan untuk mengatur keseimbangan pH air yang digunakan. Kamu juga perlu memeriksa secara rutin terkait asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman budidayamu.
Ketidak seimbangan asupan nutrisi dan pH air, dapat memberikan pengaruh buruk pada hasil panen hidroponikmu. Karenanya, kamu perlu belajar dengan baik sebelum akhirnya memutuskan untuk merawat tanaman dengan sistem hidroponik.
5. Membutuhkan Keterampilan Khusus
Memang, hidroponik tidak pernah memandang usia dan gender setiap siapa yang membudidayakannya. Namun, untuk bisa menjalankan budidaya hidroponik ini, kamu membutuhkan keterampilan khusus agar hasil tanaman yang kamu rawat bisa tumbuh kembang sesuai target.
Masih banyak orang yang melakukan hidroponik dengan asal-asalan. Alhasil, tanaman jadi cepat busuk, bahkan rusak dan akhirnya mati. Tentu hal ini akan merugikan kamu sendiri.
6. Membutuhkan Aliran Air Yang Lancar
Saat memilih untuk bercocok tanam dengan hidroponik, maka kamu juga harus siap dengan resiko ketersediaan air yang melimpah. Hal ini karena memang tanamanmu akan hidup dari air dan nutrisi yang kamu berikan setiap saat pada tanaman tersebut. Air di sini memiliki peran penting layaknya lahan tanah.
7. Perlu Belajar Penanaman Untuk Jenis Tanaman Tertentu
Pada kenyataannya, tidak semua tanaman hidroponik dapat ditanam dengan cara sederhana. Ada beberapa jenis tanaman yang harus ditumbuhkan menggunakan metode yang sedikit rumit. Karenanya, kamu perlu belajar lagu untuk penanaman jenis tanaman tertentu.
8. Untuk Rumah Kedap Cahaya, Sedikit Sulit
Kebanyakan, nutrisi dan tanaman hidroponik tidak bisa tumbuh dengan optimal jika tidak terdapat paparan sinar matahari. Inilah yang menjadi kesulitan bagi sebagian orang dengan kondisi rumah kedap cahaya.
9. Hasil Tidak Sama Melimpahnya Dengan Sawah
Tentu saja hasil panen hidroponik sederhana yang ada di rumahmu tidak akan sebanyak hasil panen dari sawah. Hal ini juga dipengaruhi oleh lahan atau media yang digunakan pada hidroponik menyesuaikan dengan tempat di lingkunganmu.
10. Sedikit Saja Tidak Sesuai Aturan, Maka Gagal
Penanaman hidroponik memang berbeda dengan penanaman dengan lahan tanah. Hal ini mengingat media yang digunakan bergantung pada air dan nutrisi yang dialirkan. Jika nutrisi sedikit saja tida terpenuhi atau kamu melakukan kesalahan perawatan, maka bersiaplah untuk menuai kerugian.
Banyaknya kekurangan hidroponik di atas, bukanlah akhir dari kegiatan budidaya kamu. Kamu masih bisa mengusahakan untuk mengatasi beberapa kekurangan yang dimiliki oleh hidroponik tersebut.
8 Kelebihan Sistem Hidroponik yang Perlu Kamu Tahu
Berikut ini ada 8 kelebihan hidroponik yang menguntungkan bisa kita dapatkan dalam memperoleh hasil pertanian dengan metode hidroponik.
1. Nutrisi Lebih Mudah Diserap
Setiap pertumbuhan tanaman pasti membutuhkan nutrisi. Jika pada sistem cocok tanam bermedia tanah kamu akan membutuhkan pupuk sebagai nutrisi, maka pada hidroponik kamu butuh nutrisi cair yang mengalir bersama media air. Bentuk nutrisi yang cair ini secara umum akan mudah diserap oleh tanaman tersebut. Alhasil, mutu panennya juga akan lebih bagus.
2. Hemat Tenaga
Saat bercocok tanam di lahan sawah, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa tenaga orang untuk melakukan perawatan hingga proses panen. Namun hal ini tidak berlaku untuk sistem hidroponik.
Kamu bisa melakukan semua prosesnya sendiri. Bahkan dengan beberapa pilihan modul dan teknik pengairan, semua perawatan dilakukan oleh alat. Kamu pun bisa lebih hemat tenaga.
3. Lebih Higienis
Tanaman yang ditanam dalam tanah, biasanya memiliki resiko kotor dan bisa saja terinfeksi dengan hama tanah. Lain halnya dengan sistem hidroponik yang dilakukan dengan media air. Dari proses perawatan hingga panen, semua lebih terjamin kehigienisannya. Hasil tanaman juga tentu akan lebih sehat dikonsumsi.
4. Tidak Menggantungkan Kondisi Cuaca
Proses penanaman tumbuhan biasanya memiliki musim-musim tertentu untuk menanam dan memanen. Hidroponik berbeda dengan sistem tersebut. Sistem bioteknologi modern yang satu ini tidak perlu menunggu musim atau cuaca tertentu untuk dilakukan dan dipanen. Kamu bisa mulai menanam kapan saja kamu ingin.
5. Proses Panen Mudah
Proses panen pada lahan sawah biasanya dianjurkan untuk melihat kondisi pada jam-jam tertentu. Sedangkan pada hidroponik, kamu akan lebih melakukan panen. Kamu bisa panen kapan saja. Dan untungnya lagi, kamu bisa melakukan panen sendiri karena area hidroponik ada di rumahmu sendiri.
6. Mandiri Memenuhi Kebutuhan
Kebanyakan tanaman hidroponik adalah kebutuhan memasak harian. Contohnya seperti, cabe, tomat, sawi, dan lain-lain. Dengan membudidayakan hidroponik tanaman kebutuhan memasak ini, kamu jadi tidak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga untuk ke pasar membeli keperluan memasak. Kamu bisa secara mandiri memanen dari kebun hidroponikmu sendiri.
7. Minim Hama
Hama memang ada beraneka ragam jenisnya. Salah satunya adalah hama tanah. Dengan melakukan penanaman hidroponik ini, secara otomatis kamu akan meminimalisir terjangkitnya tanaman terhadap hama tanah.
Tidak hanya hama tanah, tanaman hidroponik akan sulit terinfeksi penyakit tanaman yang umum terjadi. Anda pun tidak perlu ribet membeli obat tumbuhan.
8. Menghasilkan Keuntungan Tambahan
Selain dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tanaman hidroponik yang kamu rawat juga bisa kamu jual di pasar. Hal ini bergantung pada banyaknya hasil panen yang kamu dapatkan. Semakin banyak dan bagus hasil panen, maka kamu bisa semakin banyak mendapat keuntungan.
Berbagai kelebihan dan kekurangan hidroponik di atas, bisa kamu ambil pelajaran baru sebelum kamu memulai bisnis hidroponikmu. Jika tekadmu sudah bulat untuk budidaya hidroponik, maka pastikan kamu sudah benar-benar paham dengan teknik perawatannya.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·