free web page counters

Panduan Mudah Tanam Jahe di dalam Pot untuk Pemula

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Salah satu tanaman obat yang paling populer adalah jahe. Selain enak dibuat minuman, jahe juga kerap dijadikan sebagai pelengkap bumbu masakan. Cara membudidayakannya pun mudah, kamu bisa memilih untuk tanam jahe di dalam pot atau di media tanam lainnya. Selain mudah untuk ditanam, tanaman ini juga memiliki pangsa pasar yang luas.

Jika kamu ingin menanam untuk konsumsi pribadi dan tidak memiliki pekarangan yang luas, maka menanam dengan media pot adalah pilihan yang tepat. Tidak ada perbedaan berarti antara menanam jahe di lahan yang luas maupun di lahan yang terbatas. Namun sebelum mulai menanam, ada baiknya kamu juga mengetahui jenis jahe yang biasa ditemukan di antara bumbu dapur ini.

Jenis Jahe yang Populer

1. Jahe Merah

Sama seperti namanya, jahe ini berwarna kemerahan. Jahe ini adalah jahe dengan rasa terpedas di antara jahe lainnya. Ukuran rimpangnya kecil namun berlapis. Jahe ini selain pedas juga mempunyai aroma yang tajam sehingga paling banyak digunakan sebagai bahan obat herbal. Ukuran diameter umbinya sekitar 4 – 4,5 cm..

2. Jahe Emprit

Jahe ini disebut juga dengan nama jahe sunti. Jahe ini berwarna putih kekuningan dan memiliki rasa yang cukup pedas. Garis tengah umbinya biasanya berukuran sekitar 3 – 4 cm. Kandungan minyak atsiri di dalam jahe putih kecil ini sangat tinggi, walaupun masih di bawah jahe merah. Untuk memanennya, kamu harus menunggu hingga usianya cukup tua. 

3. Jahe Gajah

Jahe jenis terakhir adalah yang paling paling populer untuk dijadikan sebagai produk impor, terutama ke negara barat. Hal ini dikarenakan jahe yang disebut dengan jahe badak di daerah Jawa Barat ini adalah yang paling tidak pedas di antara jenis jahe lainnya. Namun, diameter jahe gajah lebih besar, maka dari itulah disebut dengan jahe gajah atau jahe ganyong, sebutan dari masyarakat Kuningan.

Sama seperti jahe emprit, warna dari jahe gajah juga putih kekuningan sehingga disebut dengan jahe kapur di daerah Jawa Timur. Umbinya juga gemuk dan memiiki aroma yang tidak terlalu tajam.  

Langkah Memulai Tanam Jahe di Dalam Pot

Di bawah ini akan dijabarkan cara menanam jahe di dalam pot bagi sobat yang tidak memiliki lahan cukup luas.

1. Pemilihan Bibit

  • Pastikan calon indukan adalah jahe yang dipanen cukup umur dan sudah tua yaitu 9 bulan hingga 1 tahun
  • Teliti rimpang, pastikan tidak ada cacat dan juga memiliki warna yang mengkilat
  • Basahi jahe hingga cukup lembab
  • Simpan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik
  • Diamkan selama 1 – 1,5 bulan dan siram secara berkala agar tunas dapat tumbuh

2. Penyemaian

  • Patahkan jahe dan tiap patahan harus memiliki 3 hingga 5 mata tunas
  • Siapkan larutan fungisida dengan takaran yang disesuaikan dengan banyaknya bibit
  • Rendam benih jahe ke dalam larutan hingga 1 menit
  • Keluarkan jahe dan keringkan dengan cara diangin-anginkan
  • Ambil kotak kayu dan isi bagian dasarnya dengan sekam padi dicampur dengan abu gosok
  • Taruh benih jahe di atas campuran sekam dan abu gosok lalu timbun benih dengan campuran tersebut hingga tertutup rata
  • Letakkan lagi benih jahe di lapisan campuran kedua, tutup kembali dan lakukan proses berulang hingga benih habis tersimpan
  • Diamkan selama 2 hingga 4 minggu atau hingga tumbuh tunas baru yang lebih kokoh

3. Persiapan Pot 

  • Pot yang disarankan adalah yang memiliki garis tengah minimal 30 – 35 cm
  • Untuk isian pot, berikan campuran tanah, sekam dan pupuk kandang. Rasio untuk campuran ini adalah 1 : 1 : 1. 
  • Aduk merata campuran tersebut sebelum dimasukkan ke dalam pot
  • Letakkan campuran ke dalam pot hingga ¼ bagian

4. Penanaman Jahe

Apabila kamu akan melakukan teknik tanam jahe di dalam pot dan meletakkannya di luar ruangan, maka sebaiknya tanam jahe ketika memasuki musim hujan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas penyiraman. Jika semua sudah siap, maka kamu sudah bisa mulai menanam seperti berikut ini :

  • Buat lubang di dalam pot dengan kedalaman yang bisa disesuaikan dengan kedalaman pot, mulai dari 3 cm hingga 7,5 cm
  • Letakkan 1-2 benih jahe untuk satu pot dengan posisi tidur.
  • Pastikan tunasnya menghadap ke atas sehingga bisa tumbuh dengan baik
  • Timbun lubang dengan tanah namun sisakan bagian tunas sehingga masih bisa terlihat
  • Siram secukupnya
  • Letakkan di tempat yang teduh

5. Pemeliharaan Tanaman Jahe

  • Penyiraman       : frekuensi penyiraman adalah 1 – 2 kali dalam satu hari dengan kuantitas yang disesuaikan
  • Penyulaman      : periksa setiap 2 – 3 minggu, terhitung sejak penanaman. Jika ada benih yang tidak bisa tumbuh optimal, ganti dengan bibit yang baru
  • Pemupukan       : Pemupukan pertama terjadi ketika pot diisi dengan campuran sekam padi, pupuk kandang dan tanah. Pemupukan kedua dilakukan ketika jahe memasuki usia 1 bulan dan berlanjut dua bulan kemudian. Pupuk yang disarankan adalah pupuk organik cair, karena tidak keras dan tidak meninggalkan residu kimia pada umbi jahe
  • Penyiangan       : Sama seperti proses penyulaman, penyiangan juga dilakukan 2 – 3 minggu satu kali. Hal ini dimaksudkan untuk membasmi gulma yang menghalangi pertumbuhan jahe secara optimal.
  • Penggemburan  : proses ini juga disebut dengan nama pembumbuan. Fungsinya adalah agar sirkulasi air dan udara bisa terjadi. Proses pertama dilakukan ketika batang semu jahe sudah tumbuh sekitar 3 – 4 cm.  Setelahnya, tiap 2 – 3 kali lakukan lagi proses penggemburan

6. Panen Jahe

Usia ideal pemanenan tergantung dari tujuan panen. Usia 4 bulan adalah masa panen yang pas untuk jahe yang akan digunakan sebagai bumbu dapur. Sedangkan 10 – 12 bulan, panen dilakukan jika jahe akan dijual atau akan dijadikan bibit kembali. Ciri jahe yang sudah siap panen adalah warna daunya yang semula hijau menjadi berubah kekuningan. Sedangkan bagian batang hingga pucuk mulai mengering. 

Waktu panen jahe yang terbaik adalah ketika memasuki musim kemarau. Panen ketika musim hujan tidak disarankan. Hal ini berkaitan dengan proses penjemuran yang tidak akan optimal dan memperbesar kemungkinan busuk pada umbi.

Cara panen jahe :

  • Pindahkan pot yang berisi jahe yang sudah siap dipanen ke tempat yang tidak terkena matahari. Hal ini bertujuan agar jahe tidak mengering
  • Gemburkan tanah dengan hati-hati agar tidak merusak umbi jahe.
  • Ambil umbi jahe dengan cara mencungkilnya. Namun jangan sampai melukai umbi
  • Sikat jahe dengan sikat lembut untuk menghilangkan sisa tanah
  • Letakkan di atas daun pisang atau papan kayu dan jangan ada yang bertumpuk agar jahe kering sempurna
  • Jemur di bawah terik matahari hingga 5 – 7 hari
  • Jika tanah dalam pot akan digunakan kembali, maka keluarkan dari dalam pot. Jemur selama 1 minggu dan lakukan pemupukan kembali sebelum nantinya siap untuk digunakan

Proses penanaman jahe di dalam pot sebenarnya cukup mudah, pemula pun dapat melakukannya. Syaratnya tentu dengan melakukan perawatan yang teratur, termasuk dalam hal penanggulangan hama dan penyakit.