Sistem hidroponik semakin hari semakin banyak diminati. Khususnya bagi para masyarakat perkotaan yang tidak memiliki cukup lahan. Seperti yang kamu tahu, hidroponik hidup dengan media air yang makanan pokoknya adalah nutrisi. Nutrisi hidroponik sendiri ada beraneka ragam. Salah satunya adalah nutrisi organik. Nutrisi yang bersifat organik ini memiliki kandungan yang cukup bagus.
Banyak petani hidroponik yang mulai membiasakan menggunakan pupuk organik sebagai bahan nutrisi terbaik. Bahan-bahan organik yang sudah tidak terpakai di sekitarmu sangat berpotensi menjadi bahan nutrisi hidroponik. Contohnya seperti, kotoran hewan, makanan basi, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang sedang membudidayakan hidroponik, kamu bisa coba gunakan nutrisi organik ini.
6 Nutrisi Hidroponik yang Bagus (Organik)
Seperti yang sekilas dijelaskan di atas, ada beberapa macam bahan nutrisi organik yang bisa kamu pakai sebagai pupuk hidroponik. Untuk kamu yang mungkin belum seberapa tahu bahan apa saja yang direkomendasikan, maka berikut ini bisa kamu simak dengan baik ragamnya :
1. Dedaunan Kering
Jenis bahan nutrisi pertama adalah daun kering. Saat menggunakan jenis bahan nutrisi ini, kamu akan membutuhkan beberapa bahan tambahan yang antara lain adalah air, mol tape, dan gula merah.
Cara membuatnya juga cukup mudah. Kamu hanya perlu mencampur daun kering bersama dengan gula merah dan dihancurkan hingga halus. Selanjutnya, kamu bisa mencampurkan dengan air secukupnya dan mendiamkan racikan tersebut dalam kurun waktu sekitar 10 hari.
2. Batang Pisang
Banyak petani hidroponik yang percaya bahwa batang pisang ini memiliki kandungan kalium. Kandungan ini sangat berkhasiat untuk pertumbuhan tanaman hidroponik. Bagian batang pisang yang bisa kamu jadikan nutrisi adalah bagian dalam dengan warna utamanya putih. Usahakan kamu memilih bagian batang bonggol yang dekat dengan posisi akar pisang.
Selain menggunakan bahan batang pisang, kamu perlu bahan lain seperti gula merah, air, dan mol tape. Lantas, gula merah dan batang pisang dicampur dan dihaluskan. Setelah dicampur dan ditumbuk, kamu harus mendiamkan bahan campuran tersebut dalam wadah tertutup selama kurang lebih 10 hari.
Pada beberapa masa di 10 hari tersebut, kamu bisa mengaduk racikan tersebut sekali-kali. Saat masa pendiaman selesai, kamu harus mencampur racikan itu dengan air yang sesuai kadar dan ukuran pupuk. Saat tercampur sempurna, kamu bisa langsung aplikasikan cairan nutrisi itu pada tanaman hidroponikmu.
3. Sisa Nasi Basi
Ketika kamu mendapati ada nasi yang basi di rumah, jangan langsung membuangnya. Kamu bisa manfaatkan nasi basi tersebut sebagai bahan nutrisi hidroponik yang diracik secara organik. Caranya cukup simpel. Mula-mula siapkan nasi basi yang sudah ditaruh dalam baskom. Tutup nasi tersebut dengan memberi sedikit celah sebagai sirkulasi udaranya.
Nasi basi yang ditutup dibiarkan hingga 5 hari atau lebih tergantung kondisi. Kondisi yang ditargetkan adalah ketika nasi telah menumbuhkan jamur berwarna kuning. Selanjutnya, kamu perlu menyiapkan bahan lain. Dalam hal ini kamu bisa gunakan gula aren atau gula pasir biasa yang dicampur dengan air sumur.
Takarannya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan atau takaran sedang. Didihkan campuran ini dan diamkan hingga cairan dingin. Lanjut ke tahapan berikutnya, kamu bisa campurkan nasi basi dengan cairan gula dan mengaduknya hingga keduanya benar-benar bercampur. Simpan campuran larutan ini dalam botol dan jauhkan dari sinar matahari hingga 7 hari lamanya.
4. Kotoran Kelinci
Untuk membuat nutrisi organik dari kotoran kelinci ini, kamu harus menyiapkan beberapa bahan tambahan lainnya seperti, air seni kelinci, tanaman kipahit, air kelapa, bawang merah, gula merah, dan dekomposer atau mol tape.
Cara pertama yang harus kamu lakukan adalah menghaluskan tiga bahan yakni, gula merah, kipahit, dan bawang merah menggunakan alat tumbuk. Setelah ketiga bahan ini dirasa halus dan bercampur, maka kamu bisa siapkan satu wadah secukupnya untuk menaruh semua bahan awal dengan bahan yang telah ditumbuk halus.
Berikan air sumur secukupnya atau sesuai takaran, ke dalam wadah tersebut. Tutuplah wadah tersebut dan pastikan menaruhnya di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari. Pada waktu-waktu tertentu, kamu harus membukanya dan mengaduk bahan dalam wadah.
Hal tersebut perlu kamu lakukan secara berkala hingga kisaran 8 hari lamanya. Setelah 8 hari lamanya, kamu bisa gunakan larutan nutrisi tersebut pada tanaman hidroponikmu.
5. Kotoran Kambing
Sama halnya dengan bahan lainnya, saat menggunakan kotoran kambing ini, kamu memerlukan bahan campuran lainnya. Mula-mula kamu harus menyiapkan kotoran kambing secukupnya. Lantas hancurkan hingga teksturnya berubah jadi remah-remah.
Selanjutnya, siapkan pupuk NPK, EM4, gula pasir, dan terasi. Bahan-bahan ini lantas harus dilarutkan ke dalam air. Kemudian kamu bisa siapkan wadah untuk mencampur semua bahan. Kamu bisa gunakan drum plastik yang lengkap dengan penutupnya.
Masukkan semua bahan yang sudah dicampur, lalu tambahkan air lagi hingga mencapai 100 liter. Tutuplah drum plastik tersebut dan diamkan hingga kurang lebih satu Minggu lamanya.
Dalam waktu satu minggu tersebut, kamu harus rajin mengaduknya setiap hari dalam kurun waktu 15 menit an saja. Setelah itu tutup kembali. Memasuki hari ke tujuh, kamu sudah bisa gunakan larutan nutrisi organik tersebut untuk diaplikasikan pada tanaman hidroponikmu.
6. Kombinasi Pupuk / AB MIX
Nutrisi yang bahannya menggunakan kombinasi pupuk ini, memiliki beragam jenis pilihan. Untuk pilihan kombinasi yang pertama, kamu bisa siapkan KCI, pupuk NPk, dan Gandasil D. Semua bahan ini bisa kamu dapatkan dengan mudah di beberapa toko online khusus pertanian.
Bahan tambahan yang diperlukan hanya air sumur. Namun jika kamu ingin mengaplikasikan nutrisi jenis ini pada tanaman sayur mayur, maka kamu bisa menambah bahan pupuk urea. Ini berlaku untuk penanaman secara vegetatif. Berbeda halnya dengan penanaman generatif yang diaplikasikan pada tumbuhan buah, pupuk urea justru harus dikurangi.
Penambahan hanya pada kadar pupuk NPK. Penambahannya bisa mencapai 50%. Adapun untuk penanaman buah, Gandasil D sebaiknya diganti dengan Gandasil B.
Prinsip pembuatan nutrisi kombinasi pupuk ini, kamu hanya harus paham betul mengenai takaran dari tiap bahan. Lantas semua bahan dicampur dan diaduk. Setelah itu, nutrisi sudah siap pakai.
Sedangkan untuk bahan kombinasi pupuk yang lain adalah dengan inti unsur hara mikro dan makro. Kedua bahan unsur ini diracik secara terpisah. Setelah racikan jadi, kamu baru bisa mengkombinasikan keduanya dalam takaran yang sama. Setelahnya, kamu bisa pakai cairan nutrisi tersebut.
Formula Hidroponik AB MIX 1 (10 Liter Hidroponik)
Siapkan alat serta bahan seperti berikut:
Cara Membuatnya:
Formula ini sudah bisa kamu gunakan untuk tumbuh vegetatif tanaman sayur seperti kangkung, dan sawi. Untuk vegetatif cabai, tambahkan dengan pupuk urea sebanyak 10 gram.
Sedangkan untuk tanaman terong, koma, serta mentimun tambahkan pupuk urea sebanyak 15-20 gram.
Formula tersebut juga bisa digunakan untuk tumbuh generatif. Pada tanaman buah, Anda mesti kurangi komposisi pupuk urea sebanyak 50%. Dan menambah pupuk NPK 50%. Serta pupuk gandasil G menjadi pupuk gandasil B.
Berbagai nutrisi hidroponik yang bisa dibuat sendiri di atas memang memerlukan ketekunan dan pemahaman takaran yang benar. Apapun jenis bahan yang ingin kamu gunakan, semua bergantung pada selera. Namun ada baiknya kamu mencari tahu jenis nutrisi seperti apa yang cocok untuk jenis-jenis tanaman hidroponik tertentu.
Hal ini karena, ada kalanya takaran bahan nutrisi harus dipadu padankan dengan jenis tanaman hidroponik tersebut. Contohnya bisa kamu lihat pada penjelasan nutrisi pupuk campuran di atas tentang penambahan dan pengurangan pupuk urea.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·