Bagi yang mau, yuk belajar biologi awal lagi. Mari kita bahas tentang perkecambahan dan Persemaian. Pengetahuan ini mungkin diperlukan dalam melakukan proses persemaian yang baik. Mohon maaf bila masih terdapat beberapa istilah latin. Informasi yang kita dapat berasal dari grup Hidroponik Pemula Indonesia. Mari budayakan membaca.
Perkecambahan merupakan salah satu faktor penentu untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman selanjutnya. Kesalahan atau kekurangan pada fase ini akan memberikan hasil yang kurang optimal, bisa tidak memuaskan serta menimbulkan kekecewaan bagi penanam.
Apa yang dimaksud dengan Perkecambahan dan persemaian ?
Perkecambahan atau persemaian adalah fenomena pecahnya biji disertai keluarnya tanaman kecil (plantula) dari dalam biji tersebut. Perkecambahan merupakan proses yang mengawali pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berjalan secara simultan menuju ke arah dewasa. Pertumbuhan pada tanaman diawali dengan proses perkecambahan. Hal tersebut terjadi setelah biji mengalami masa dormansi (tidur).
Masa dormansi merupakan suatu peristiwa istirahat atau biji tidak aktif untuk melakukan aktivitas pertumbuhan. Pada umumnya, peristiwa ini terjadi di musim kemarau. Hal itu terjadi karena tumbuhan kekurangan air. Bisa juga karena dikondisikan, misalnya seperti saat kita menyimpan biji pada tempat kering dan hangat.
Selain kualitas dan viabilitas biji, perkecambahan dipengaruhi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu aktivitas dan kandungan hormon serta faktor hereditas (sifat bawaan-genetik biji). Sedangkan faktor eksternal atau lingkungan antara lain ketersediaan air, kelembaban, suhu, oksigen dan cahaya matahari serta medan magnet.
Perkecambahan adalah proses awal pertumbuhan individu baru pada tanaman yang diawali dengan munculnya radikel (calon akar) pada testa benih. Perkecambahan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dalam medium pertumbuhan. Air akan diabsorbsi (diserab) dan digunakan untuk memacu aktivitas awal dan lanjut enzim-enzim metabolisme perkecambahan.
Absorbsi dan imbibisi
Absorbsi dan imbibisi (merembesnya air ke dalam biji) menyebabkan biji mengembang dan akan memudahkan pecahnya kulit pembungkus biji serta memicu perubahan metabolik pada embrio dalam biji, sehingga dapat melanjutkan pertumbuhannya. Enzim-enzim akan menghidrolisis bahan-bahan (nutrien-nutrien) yang disimpan dalam kotiledon (keping biji, bakal daun lembaga). Aktivitas enzim α-amilase ditingkatkan dengan proses perendaman sebelum dan selama perkecambahan.
Air sangat vital pada proses perkecambahan. Untuk perkecambahan digunakan hanya air biasa tanpa ada tambahan apapun, sebab dalam perkecambahan, semua yang diperlukan untuk proses itu sudah lengkap tersedia dalam biji, kecuali air.
Penambahan zat lain selain air akan mengganggu biji dan lingkungannya dengan akibat proses perkecambahan gagal, tanaman tumbuh kerdil, atau tetap tumbuh tapi nanti ada saja kurangnya. Masuknya air ke dalam biji memacu aktivitas hormon giberelin untuk merangsang butir-butir aleuron. Butir tersebut digunakan untuk mensintesis enzim alfa amilase dan protease.
Terbentuknya enzim-enzim ini akan mengakibatkan terurainya amilum dan protein dalam endosperm menjadi glukosa dan asam amino yang akan menjadi substrat. Substrat tersebut akan digunakan untuk metabolisme atau respirasi. Tersedianya substrat yang cukup banyak akan mendorong peningkatan respirasi untuk menghasilkan cukup energi yang diperlukan bagi pembelahan sel embrio di dalam biji secara mitosis.
Pada proses penyemaian, tray (alas semai) ditempatkan pada tempat gelap dan lembab dengan suhu ruang. Tujuannya adalah menjaga kelembaban serta mencegah adanya cahaya matahari yang masuk. Setelah 2 hari tray dipindahkan ke tempat terbuka yang terkena sinar matahari, karena biasanya biji sudah mulai mengalami pecah kapsul (sprout) dan akan muncul daun.
Kondisi gelap akan mengaktifkan auksin dalam biji yang menyebabkan berkembangnya sel-sel meristem pada calon akar dan calon batang serta daun, sehingga volume biji bertambah. Peristiwa ini ditambah dengan mengembangnya biji akibat masuknya air dari lingkungannya, akan merobek kapsul pembungkus biji. Inilah yang dikenal dengan nama sprout yang ditandai dengan bintik putih pada biji. Untuk pertumbuhan selanjutnya kecambah membutuhkan cahaya matahari supaya tidak terjadi etiolasi.
Sobat Tekno Farm, Adanya cahaya matahari juga membantu proses fotosintesis yang terjadi di daun. Di sisi lain, kondisi gelap memacu produksi hormon auksin yang merupakan hormon tumbuh yang banyak ditemukan disel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Pada keadaan dimana sinar matahari kurang, auksin akan memacu pertumbuhan akar dan batang sebagai mekanisme tumbuhan mencari cahaya dan karena itu tanaman akan tumbuh memanjang, kurus, tinggi dan langsing (etiolasi). Pada paparan sinar matahari, akar karena bersifat fotopobik (takut cahaya) akan tumbuh ke bawah menjauhi cahaya. Sebaliknya pucuk batang dan daun karena bersifat fototropik (suka cahaya) akan menuju ke atas menuju arah cahaya.
Jenis perkecambahan ada 2 yaitu :
Epigeal
Epigeal adalah jenis perkecambahan yang kotiledon (daun lembaga)-nya bergerak ke atas atau kelihatan.
Hipogeal
Sedangkan hipogeal yang kotiledonnya tidak kelihatan ke atas atau berada di bawah permukaan di dalam media tanam. Umumnya tanaman hidroponik berkecambah secara epigeal, karena kotiledon pada perkecambahannya terangkat ke atas.
Ditinjau dari biji, ada dua jenis biji, yaitu biji berkeping dua (dicotil), misalnya biji kacang atau mangga serta biji berkeping satu (monocotil). Rata-rata tanaman hidroponik adalah tanaman berbiji monokotil. Rata-rata benih akan tumbuh setelah 3-7 hari disemai.
Bagian Embrio Tanaman
Biji dapat berkecambah membentuk plantula sebab di dalam biji ada embrio. Embrio atau lembaga tumbuhan memiliki tiga bagian yaitu sebagai berikut:
Radikula
Radikula merupakan calon akar yang tumbuh membentuk akar dan akan menembus biji ke arah liang biji. Akar lembaga memiliki selubung akar yang dinamakan dengan koleoriza yang berdungsi sebagai mata bor penembus media tanam.
Kotiledon
Kotiledon merupakan calon daun yang pertama yang tumbuh dalam proses perkecambahan. Tampilan fisik daun lembaga kelihatan tebal. Hal tersebut disebabkan berfungsi untuk penimbunan cadangan makanan selama proses perkecambahan. Daun pertama ini juga memiliki fungsi untuk melakukan fotosintesis dan sebagai alat pengisap makanan untuk embrio yang dilakukan pada bagian yang berbentuk perisai berupa selaput tipis yang dinamakan dengan skuletum.
Kaulikulus
Kaulikulus atau batang lembaga merupakan calon batang yang akan tumbuh menjadi calon batang bagian atas yang berada di atas kotiledon yang dinamakan dengan epikotil. Calon batang yang berada di bawah kotiledon dinamakan dengan hipokotil. Epikotil akan tumbuh membentuk batang dan daun. Hipokotil akan tumbuh membentuk pangkal batang dan akar. Ujung epikotil akan membentuk daun. Di situ terdapat pucuk lembaga yang dinamakan plumulae. Plumulae diselubungi oleh suatu selaput yang dinamakan dengan koleoptilum
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang penting untuk tumbuhan pada awal perkembangannya setelah pertumbuhan akar pada biji yang sudah berkecambah. Perkembangan daun kecambah bertahap mengalami perubahan warna dari kuning ke hijau. Daun lembaga yang merupakan tempat cadangan makanan bagi pertumbuhan awal pada akhirnya berkembang bersamaan dengan bakal daun sejati (daun definitip).
Daun lembaga yang awalnya berwarna kekuningan akan menjadi hijau yang berperan dalam proses fotosintesis. Daun yang ketiga berbeda dengan 2 daun yang keluar sebelumnya dimana daun terlihat sedikit lebih besar. Keluarnya daun sejati sekaligus merupakan isyarat bahwa bekal bawaan benih sudah tak cukup lagi untuk meneruskan proses perkembangan tanaman.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·