Selama beberapa tahun belakangan memang marak teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Dua sistem paling populer yang mengusung metode tersebut adalah hidroponik, serta aquaponik. Meskipun keduanya memiliki beberapa prinsip serupa, namun ternyata ada perbedaan aquaponik dan hidroponik sangat signifikan dan wajib diketahui oleh praktisi tanaman.
Bagi kamu yang baru ingin mulai terjun di dunia agrikultur dengan tujuan untuk berbisnis dan mencari keuntungan, maka perlu mengetahui perbedaan diantara kedua sistem tersebut. Hal ini dikarenakan setiap sistem memiliki tuntutan yang berbeda. Supaya tidak merugi, maka sobat perlu mempertimbangkan dengan matang mengenai sistem yang akan diterapkan.
Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik Paling Menonjol
| Aquaponik | Hidroponik | |
| Definisi | Komponen budidaya adalah ikan dan tanaman dengan sistem tertutup | Budidaya tanaman di air |
| Tipe Nutrisi | Nutrisi organik yang berasal dari limbah ikan | Nutrisi kimia |
| Efektivitas Biaya | Lebih hemat anggaran karena nutrisi menggunakan bahan organik. Selain itu, terdapat keseimbangan alami dalam sistem ini. | Membutuhkan anggaran besar untuk membeli nutrisi. Di sisi lain, harga nutrisi kimia meningkat karena terjadi kelangkaan mineral. |
| Rancangan Sistem | Sulit | Mudah |
| Kebutuhan Suhu | Membutuhkan temperatur tinggi untuk mempercepat pertumbuhan bakteri kaya nutrisi | Selain sinar matahari, suhu yang dibutuhkan hidroponik rata-rata lebih rendah untuk mencegah pertumbuhan bakteri |
| Produktivitas | Hasil panen lebih besar. Apalagi kalau menggunakan biofilter, maka hasil panen bisa meningkat pesat. | Hasil panen lebih sedikit. |
| Pergantian Sistem | Air adalah unsur utama dalam sistem, dan tidak ada air yang terbuang percuma. Penambahan air dilakukan jika terjadi proses penguapan. | Air perlu diganti secara berkala. Tingginya nutrisi dalam air bisa menyebabkan penumpukan garam, yang dapat meracuni tanaman. |
| Tingkat Kesulitan Perawatan | Perawatan sistem aquaponik lebih mudah | Membutuhkan tingkat perawatan lebih tinggi |
Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Sistem Aquaponik
1. Kelebihan Sistem Aquaponik :
a. Limbah Ikan Menjadi Sumber Nutrisi
Sumber nutrisi utama dalam aquaponik adalah limbah ikan. Untuk memastikan limbah yang diproduksi cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, maka kamu harus memberi pakan terbaik pada ikan. Apabila dibandingkan nutrisi kimia yang dibanderol dengan harga tinggi, sudah pasti kotoran ikan ini sangat menguntungkan.
b. Lebih Produktif
Setelah bio filter pada sistem aquaponik terbentuk sempurna. Kamu akan bisa melihat hasilnya. Salah satunya adalah proses pertumbuhan tanaman yang lebih singkat, apabila dibandingkan sistem hidroponik. Bahkan, meskipun tanpa filter sebenarnya aquaponik masih lebih unggul karena petani bisa panen 2 produk.
c. Menghasilkan Produk Organik
Dalam sistem hidroponik, lingkungan yang steril adalah konsep utama dalam sistem. Sedangkan aquaponik adalah kebalikannya, karena pada sistem ini bakteri dan cacing berperan penting untuk mengubah amonia dan limbah padat dari ikan, menjadi nutrisi untuk tanaman. Jadi, aquaponik bebas dari zat kimia.
d. Minim Resiko Tanaman Terserang Parasit
Dalam sistem hidroponik, parasit bisa menimbulkan berbagai masalah yang berpotensi merusak tanaman. Namun pada aquaponik, serangan parasit yang menyebabkan kebusukan akar hampir tidak ada. Jadi, kamu bisa bernafas lega.
2. Kelemahan Sistem Aquaponik :
a. Konstruksi Sistem Rumit
Dibandingkan dengan sistem hidroponik, pembangunan sistem aquaponik jauh lebih rumit. Terutama karena harus menambah kolam ikan, yang dilengkapi pipa instalasi tambahan. Untuk merakitnya, kamu membutuhkan keahlian khusus. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah menyesuaikan luas lahan dengan sistem.
b. Proses Lebih Lama
Sistem aquaponik mengusung konsep ekosistem tertutup. Oleh karena itu, membutuhkan beberapa saat untuk menyesuaikan tingkat pH karena air memainkan peran utama dalam sistem. Proses mempersiapkan sistem sebelum budidaya ikan dan tanaman akan memakan waktu beberapa minggu agar populasi mikroba stabil.
c. Modal Awal Tinggi
Kamu memang bisa merancang dan membangun sistem aquaponik dari material daur ulang, seperti drum PVC yang dapat dimodifikasi. Namun, tidak semua orang memiliki skill untuk membuatnya. Saat ini, kamu sudah bisa membeli rancangan instalasi aquaponik di beberapa toko pertanian, dengan harga yang tidak murah.
d. Kebutuhan Listrik Besar
Apabila membangun aquaponik untuk tujuan ekonomi, maka akan membutuhkan daya listrik sangat besar. Terutama untuk pompa ikan yang harus bekerja sepanjang waktu guna menjaga aliran air tetap stabil. Jadi, sudah pasti anggaran yang harus kamu keluarkan juga menjadi semakin tinggi.
e. Kendala Sistem Gagal
Karena memiliki banyak elemen, maka resiko kegagalan dalam budidaya aquaponik juga lebih tinggi. Salah satunya adalah ikan mati massal, yang bisa merusak elemen lain. Kalau tidak segera diatasi, maka tanaman akan kekurangan nutrisi dan bahkan mati.
Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Sistem Hidroponik
1. Kelebihan Sistem Hidroponik :
a. Anggaran Konsisten
Biaya yang harus dikeluarkan pada sistem hidroponik sangat bervariasi tergantung pada jenis sistem, manajemen, dan produk yang akan ditanam. Selain itu, anggaran yang harus dikeluarkan untuk pembiayaan juga bisa diprediksi dan umumnya cukup stabil. Apalagi kalau kamu menggunakan nutrisi hidroponik homemade.
b. Lebih Mudah Diterapkan
Dalam praktiknya, hidroponik cenderung lebih mudah dijalankan dibandingkan sistem aquaponik. Hidroponik memiliki elemen lebih sedikit dari aquaponik, dan cara menjalankan sistemnya juga terbilang gampang. Hal ini tentu akan membuat tingkat keberhasilan dalam implementasi sistem hidroponik menjadi semakin tinggi.
c. Penggunaan Nutrisi Lebih Efektif
Sistem hidroponik memungkinkan petani memegang kembali penuh dalam membagi nutrisi tanaman. Jadi, dapat disesuaikan dengan jenis dan siklus pertumbuhannya. Karena nutrisi bisa beradaptasi, tingkat pH air terus dipantau sesuai kebutuhan oleh zat kimia. Hal tersebut membuat lingkungan jadi lebih steril.
2. Kelemahan Sistem Hidroponik :
a. Membutuhkan Waktu dan Komitmen
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menjalankan sistem hidroponik, maka membutuhkan komitmen dan ketekunan. Berbeda dengan pertanian konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanam, hidroponik membutuhkan perawatan dan pengawasan ketat. Jadi, tanaman tidak rusak dan mati.
b. Membutuhkan Skill dan Pengalaman
Meskipun mudah dipelajari, namun untuk mendapatkan hasil sesuai ekspektasi kamu membutuhkan pengetahuan dan keahlian cukup. Hal ini sangat penting, khususnya saat memasuki masa pertumbuhan tanaman, dimana campuran nutrisi harus diberikan dengan tepat.
c. Bukan Produk Organik
Meskipun sayuran yang ditanam secara hidroponik bisa lebih sehat daripada varietas lain. Namun, produk hasil pertanian hidroponik tidak dapat dikatakan organik. Terutama karena sumber nutrisinya tidak alami, seperti aquaponik.
d. Resiko Kegagalan Sistem
Tidak jauh berbeda dengan sistem aquaponik, hidroponik juga mengandalkan listrik untuk bisa berjalan. Kebutuhan listrik yang sangat tinggi sudah pasti membutuhkan biaya sangat besar. Namun faktanya, kamu tidak bisa menghentikan suplai listrik, karena jika dihentikan maka sistem terancam gagal dan tanaman bisa mati.
e. Nutrisi Banyak Terbuang
Kelemahan hidroponik yang terakhir adalah rawan pembuangan nutrisi. Selain bisa membuat pengeluaran semakin membengkak, nutrisi yang tidak terpakai juga dapat berdampak buruk pada lingkungan sekitar.
Setelah mengetahui perbedaan aquaponik dan hidroponik, sekarang kamu bisa mulai pertimbangkan sistem seperti apa yang ingin diterapkan. Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Namun apabila kamu mengalami kendala, seperti lahan sempit, tapi ingin menghasilkan uang dari bercocok tanam, maka aquaponik adalah jawabannya.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·