free web page counters

8 Tips Menulis Puisi yang Baik bagi Pemula

Sedang Trending 5 hari yang lalu

8 Tips Menulis Puisi yang Baik bagi Pemula

Banyak orang yang menyukai puisi dan bahkan bisa membawakannya di hadapan publik. Namun, ketika diminta untuk menulis baris-baris puisi, banyak yang kesulitan menuangkan perasaan ke dalam selembar kertas. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tips menulis puisi yang baik agar kita dapat merangkai kata-kata penuh makna nan indah.

Tujuan menulis puisi tidak untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran, tetapi juga sebagai ruang refleksi diri yang memaksa penulis untuk lebih jujur mengenai apa yang sedang ia alami. Dengan demikian, menulis puisi bukan sekadar menyusun rima, melainkan ketulusan dan kesabaran dalam mencari diksi yang paling sesuai untuk mewakili emosi yang tak terlukiskan.

Melalui artikel ini, kita akan mencari tahu apa saja tips menulis puisi yang baik bagi para penyair pemula. Harapannya, setelah membaca keseluruhan tulisan ini, teman-teman dapat memahami teknik dasar menyusun bait-bait puisi serta mampu mengekspresikan perasaan dengan lebih mendalam terstruktur. Tidak perlu menunggu lebih lama lagi, mari kita simak penjelasan berikut ini:

1. Menentukan Tema

Tahap awal yang tidak boleh kita abaikan saat ingin merangkai kata-kata untuk menjadi sebuah puisi adalah menentukan tema besarnya. Tema inilah yang kemudian menjadi petunjuk arah dalam memilih diksi yang akan kita gunakan. 

Misalnya, kita ingin menulis tentang kerinduan pada seseorang yang telah tiada, secara alami kita akan terdorong untuk memilih kata-kata yang bernuansa sendu, penuh nestapa, dan mampu menggambarkan ruang hampa yang sosok tersebut tinggalkan. Intinya, tema yang kita pilih akan sangat berpengaruh kepada warna dan suasana dari puisi tersebut.

Hal yang sama akan terjadi apabila kita memilih tema indahnya jatuh cinta atau masa remaja, maka diksi yang akan muncul di benak terasa lebih indah dan menyenangkan. Pemilihan dan penggunaan majas juga mengikuti alur tema yang sudah kita tentukan sejak awal. Dengan menentukan tema yang kuat, kita akan akan mudah menemukan rima dan kiasan yang pas untuk memperindah karya sastra ini.

2. Memilih Judul yang Menarik

Pada dasarnya, kita tidak diwajibkan untuk menentukan judul puisi saat pertama kali memegang pena. Judul bisa saja muncul secara earthy setelah seluruh isi puisi tuntas kita tuangkan ke dalam kertas.

Urutan penyusunan sebuah puisi sangatlah bebas. Kita bisa menuliskan judul terlebih dahulu atau menyimpannya sebagai komponen akhir setelah semua gagasan tertuliskan.

Bagi teman-teman yang merasa kesulitan atau tidak bisa berpikir secara cepat saat mencari judul yang pas, cara menulis yang terakhir bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan merampungkan isi puisi lebih dulu, kita tidak akan terbebani oleh satu kata kunci. Selain membuat perasaan lega, penulisan judul sebagai bagian penutup akan lebih mencerminkan perasaan yang sudah kita tuliskan.

3. Memilih Diksi yang Tepat

Seperti yang kita ketahui, diksi merupakan nyawa dari sebuah puisi yang melukiskan cara kita dalam memilih kata. Bagus atau tidaknya sebuah diksi yang digunakan sangat bergantung pada seberapa sering kita mengasah kemampuan dan pengalaman dalam mengelola emosi. Apabila kita rajin membaca buku dan punya referensi yang luas, kita akan mampu menyajikan puisi dengan kata-kata yang bermakna, tidak monoton, dan segar.

Salah satu trik yang bisa kita terapkan yaitu dengan memilih diksi yang unik dan berkarakter. Hal ini berhubungan erat dengan cara kita memainkan majas untuk menghidupkan setiap baris dan bait puisi. Semakin sering kita menulis dan memperbanyak kosakata, semakin pandai kita dalam memadukan majas dan diksi, guna menciptakan harmoni yang indah dalam sebuah puisi.

4. Menggunakan Kata Kunci (Key Word)

8 Tips Menulis Puisi yang Baik bagi Pemula

Apabila merangkai puisi masih terasa sulit dan menantang, kita tidak boleh berkecil hati. Kita bisa mencoba salah satu teknik sederhana yaitu dengan menggunakan kata kunci (key word). Anggap saja kata kunci ini sebagai pembangkit daya imajinasi yang membantu kita memunculkan berbagai ide kreatif dari dalam pikiran.

Contohnya, ketika kita akan mengikuti kompetisi menulis puisi bertema hujan. Namun, masih menemui jalan buntu, kita bisa mencoba untuk menyusun beberapa kata kunci yang masih relevan dengan tema tersebut. Cara ini terbukti sangat membantu penulis baru dalam menemukan inspirasi sekaligus mempermudah proses penyusunan kerangka tulisan.

5. Membuat Rima

Salah satu unsur yang tidak boleh kita tinggalkan ketika menulis sebuah puisi adalah rima. Kita dapat mengartikan rima sebagai pengulangan atau persamaan bunyi yang membuat puisi terdengar lebih berirama dibandingkan dengan karya sastra lain seperti caller atau cerpen. 

Penggunaan rima memiliki tujuan utama untuk menciptakan efek keindahan atau estetika ketika sebuah puisi dibaca. Dalam dunia literasi, puisi merupakan karya sastra yang berfokus pada bagaimana kata-kata tertulis dengan indah dan menyentuh. Semakin indah rima suatu puisi, semakin terlihat bakat seorang penyair dalam mengelola imajinasi menjadi tulisan yang cantik.

6. Menyusun Bait

Di samping rima, elemen penting yang harus ada di dalam puisi yaitu bait. Ada beberapa jenis bait yang perlu kita pahami, yaitu:

  • Distikon: Jenis puisi yang terdiri dari dua baris pada setiap baitnya dan biasanya memiliki rima akhir yang sama.
  • Terzina: Bait yang tersusun dari tiga baris kalimat, meskipun ringkas tapi tetap padat makna.
  • Kuatren: Jenis bait yang terdiri dari empat baris. Pola ini sangat sering kita temukan dalam pantun atau puisi konvensional.
  • Kuint: Bait yang tersusun dari lima baris kalimat.
  • Sonata (Soneta): Jenis yang lebih kompleks dan memiliki aturan khusus. Secara total, bait ini berisi 14 baris, dengan pembagian: Dua bait pertama masing-masing berisi empat baris yang disebut dengan quatrain dan dua bait terakhir masing-masing berisi tiga baris yang dikenal dengan istilah tercet.

7. Eksplorasi atau Mengembangkan Puisi

Tahap selanjutnya dalam merangkai puisi adalah proses pengembangan atau eksplorasi. Agar bait-bait yang kita hasilkan terasa lebih hidup dan berjiwa, sangat disarankan untuk mengoptimalkan seluruh panca indra serta melibatkan perasaan terdalam. 

Hal ini dikarenakan menulis puisi bukan sekadar persoalan teknis atau merangkum literatur yang pernah dibaca, melainkan bagaimana Anda mampu mengubah imajinasi dan persepsi menjadi sebuah karya yang menarik sekaligus indah.

Kita harus mengakui bahwa tahap ini adalah bagian yang paling menantang dari serangkaian proses menulis puisi. Kemampuan dalam mengelola emosi dan diksi tidak mungkin kita kuasai dalam semalam, melainkan dengan pengalaman serta konsistensi dalam berlatih. 

Kita mungkin akan menemui kesulitan di awal, tapi kita tidak boleh cepat menyerah. Sebab, setiap penulis hebat lahir dari proses panjang dan kemauan untuk terus mencoba.

8. Membuat Bagian Penutup

Pada bagian akhir, kita dapat membuat bagian penutup puisi yang unik dan berkesan. Hal ini bertujuan untuk memancing rasa penasaran pembaca tanpa harus mengesampingkan pesan yang ingin kita sampaikan.

Agar penutup puisi yang terlihat lebih efektif, sangat penting untuk menyeimbangkan keindahan bahasa dan kejelasan makna. Oleh karena itu, kita harus bisa memilih kata-kata yang tepat dan irama yang pas, sehingga puisi yang kita tulis tidak hanya indah, tapi juga mudah dipahami.

Nah, itulah penjelasan mengenai beberapa tips atau langkah yang bisa kita terapkan ketika menyusun sebuah syair puisi. Bagi teman-teman yang ingin menulis puisi atau sudah memiliki kumpulan karya dan ingin menerbitkannya menjadi sebuah buku, kalian bisa menggunakan jasa penerbitan dari Detak Pustaka.

Selain prosesnya yang dikenal cepat dan profesional, kami juga menawarkan konsultasi gratis yang ramah bagi penulis pemula. Jika kalian tertarik, silahkan klik tautan berikut: Daftar Konsultasi atau klik icon WhatsApp di pojok kanan bawah artikel ini. Selamat berkarya!