Bismillahirrahmanirrahim, Zikir, dalam pengertian sederhananya, adalah mengingat atau menyebut.
Al-Qur’an disebut sebagai Adz-Dzikr (zikir) antara lain karena ia berfungsi mengingatkan kita kepada Tuhan, kepada nikmat-Nya, kepada kehidupan akhirat, dan sebagainya. Juga karena orang yang membaca Al-Qur’an berarti menyebut-nyebut dan melantunkan ayat-ayatnya.
Ada banyak sekali lafal zikir. Membaca Al-Qur’an termasuk aktivitas berzikir. Mengucap lâ ilâha illâ Allâh satu kali, dua kali, atau bahkan ratusan kali, termasuk aktivitas berzikir. Mengucap lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh juga termasuk aktivitas berzikir.
Dari segi waktu, ada lafal-lafal zikir tertentu yang biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. pada pagi hari atau petang hari. Dan itu beliau ajarkan kepada umatnya untuk diamalkan pada waktu-waktu tertentu. Salah satu lafal zikir yang dianjurkan untuk kita baca setiap pagi dan petang hari adalah lafal berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya semua kerajaan, untuk-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Jika kita membaca zikir ini seratus kali setiap hari, maka kita akan memperoleh pahala senilai pahala memerdekakan sepuluh budak, ditambah catatan seratus kebaikan (hasanah), ditambah penghapusan sepuluh keburukan (dosa, sayyi’ah), masih ditambah lagi berupa terjaga dari setan. Ini berdasarkan hadis Nabi saw. yang bersumber dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang membaca lâ ilâha illâ Allâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr dalam sehari seratus kali, ia memperoleh pahala senilai pahala membebaskan sepuluh budak, dicatat baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan bacaan itu menjadi pelindung baginya dari setan sepanjang hari itu sampai sore. Tidak ada orang yang memperoleh pahala lebih baik dari itu kecuali jika dia melakukan lebih banyak dari yang dia lakukan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Kalau membiasakan membaca zikir itu seratus kali sekaligus dalam satu hari boleh jadi terasa berat buat kita, kita bisa melakukannya secara cicil: sepuluh kali setelah salat Subuh, sepuluh setelah Zuhur, sepuluh setelah Asar, sepuluh setelah Magrib, dan sepuluh lagi setelah Isya. Sebab, memang, seperti dapat kita ketahui dari komentar Imam An-Nawawi, hadis di atas bersifat umum, tidak menentukan apakah membaca seratus kali itu harus berturut-turut atau tidak. Dalam buku Syarh Shahîh Muslim, Imam An-Nawawi menulis, “Secara eksplisit, orang yang membiasakan zikir ini seratus kali dalam sehari akan memperoleh pahala yang tersebut di dalam hadis ini, baik seratus kali itu dilakukan berturut-turut ataupun terpecah-pecah tidak dalam satu kali duduk, atau sebagian dilakukan pada siang hari dan sebagian lagi dilakukan pada malam hari. Tetapi membacanya berturut-turut pada pagi hari, itu lebih baik agar bacaan itu menjadi perisai (dari gangguan setan) sepanjang hari.”
Pada riwayat yang lain disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang membaca lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu, yuhyî wa yumît wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr sepuluh kali sebelum mengangkatkan kakinya dari salat Magrib dan salat Subuh, Allah mencatat untuk sepuluh kebaikan dari setiap kali bacaan, menghapus darinya sepuluh dosa keburukan, mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan. Bacaan itu menjadi penghalang baginya dari segala keburukan, perisai baginya dari gangguan setan yang terkutuk. Perbuatannya tidak akan rusak kecuali oleh perbuatan syirik. Orang itu menjadi orang paling utama amalannya, kecuali dibandingkan dengan orang yang membacanya lebih banyak dari dia. (HR Ahmad).
Dari manfaat lafal zikir pagi dan petang ini saja kita bisa mengerti mengapa Allah mengatakan bahwa dengan berzikir hati akan tenang (alâ bidzikrillâhi tathma’innu al-qulûb).
Bagaimana tidak tenang, sedang di awal hari kita sudah mendapat catatan sepuluh kebaikan, sepuluh pahala. Bagaimana tidak tenang, pagi-pagi sepuluh dosa keburukan kita sudah dihapus. Bagaimana tidak tenang, pagi-pagi derajat kita di sisi Allah sudah dinaikkan. Bagaimana tidak tenang, pagi-pagi kita sudah dilindungi oleh Allah dari gangguan setan.
Yuk biasakan membaca zikir ini.
Wallahu a’lam.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·