Sperma adalah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Spermatozoid  atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan.

Sperma-adalah

Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Peran aktif spermatozoon adalah sebagai gamet jantan sehingga

 penting pada keberhasilan munculnya individu baru. Oleh karena itu, di dalam  reproduksi sering diperlukan adanya standar kualitas spermatozoa.

Pemeriksaan analisa sperma pada semen pria adalah pemeriksaan  terhadap  semen (spermatozoa dan bahan bahan lain yg ada di dalamnya) darri seorang laki-laki. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah semennya normal atau tidak sehingga dapat terjadi fertilisasi serta mengetahui jika ada kelainan yang dialami oleh sebuah sperma. Ada bermacam macam kelainan yang dialami oleh sebuah spermatozoa.Secara umum sebuah spermatozoa terdiri dari kepala, leher dan ekor. Apabila terjadi kelainan dari salah satu bagian sperma tersebut maka tidak akan terjadi pembuahan.


Pengertian Sperma

Sperma adalah sel yang berasal dari sistem reproduksi laki-laki. Sel inilah yang akan membuahi ovum (sel telur pada perempuan) yang terjadi didalam sebuah sistem reproduksi wanita. Sel sperma dan ovum adalah cikal bakal seseorang yang berada dalam kandungan, apakah itu laki-laki maupun perempuan.

Sel sperma berbentuk seperti kecebong yang berukuran 5 x 3 µm dan ekornya memiliki panjang 50 µm, yang tersusun atas tiga bagian, yakni kepala, leher dan ekor, dan sel ini akan bergerak untuk mencapai ovum. Sel sperma ini terdiri atas beberapa enzim untuk bisa bertahan dan menembus ovum, dan juga terdapat mitokondria pada yang fungsinya sebagai energi agar ekor bisa menggerakkan sperma untuk maju.

Sperma ini dibawa bersama cairan semen (mani) ketika dikeluarkan (diejakulasikan) melalui lubang urethra pada penis, yang selanjutnya akan menuju ke pussy untuk melakukan fungsi utamanya, yakni sebagai fungsi reproduksi juga berkembang biaknya manusia dan juga hewan, dengan kemampuan sperma untuk menembus lapisan terluar dari ovum sehingga terjadi fertilisasi (pembuahan)


Struktur Sperma

Sperma terdiri atas 3 bagian, yakni sebagai berikut :

Struktur-Sperma

1. Kepala

Kepala sperma berbentuk lonjong, mengandung nukleus (inti), inti tersebut mengandung DNA atau informasi genetik yang akan diwariskan nantinya. Pada kepala sperma juga terdapat enzim-enzim, seperti enzim hialuronidase, yang fungsinya untuk menembus lapisan koronaradiata pada ovum, dan enzim akrosin yang menembus zona pelusida.


2. Midpiece

Bagian tengah sperma ini dibungkus oleh mitokondria yang merupakan sumber energi bagi sperma. nan mana mitokondria ini memiliki mikrotubulus yang berjumlah 11 buah, dan memiliki ATP-ASE untuk menghidrolisis ATP, sehingga terbentuklah emergo.


3. Ekor

Ekor sperma berupa flagella (alat gerak) berbentuk sitoskeleton yang berukuran panjang yang berfungsi untuk mendorong sperma kedepan, dengan kecepaatan 30 inci / jam.


Proses Pembentukan Sperma

Pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis yang terjadi didalam tubulus seminiferus, yang berawal dari spermatogonium yang terletak pada tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus terdapat pada ruang-ruang didalam tesis (lobulus testis). Satu testis memiliki lebih kurang 250 lobulus testis.

Pembentukan sperma diatur oleh sebuah sistem hormonal, yakni hormon LH (Luteinizing Hormone) yang terletak di hipofisis anterior berfungsi untuk meransang sel leyding yang menghasilkan testosteron, yang mana testosteron ini yang fungsi pada pembelahan sel-sel germinal (spermatogenesis) dan juga sebagai pemacu untuk tumbuhnya sifat kelamin sekunder, seperti kumis, janggut, dada yang berbentuk bidang, dan juga distribusi rambut ditempat lainnya. Kemudian ada hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang meransang sertoli untuk membentuk ABP (Androgen Binding Protein) yang membuat spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis, sertoli ini juga berfungsi untuk memberi makan spermatozoa. Fungsi FSH juga meliputi perannya pada proses spermiogenesis, yakni perubahan dari spermatid menjadi sperma. Selanjutnya juga ada peran dari GH (Growth Hormone) yang mengatur pembelahan awal spermatogonia.

Tahap pembentukan spermatozoa terdiri atas tiga tahap, yaitu:


1. Spermatositogenesis

Proses ini adalah tahap yang dimana spermatogonia mengalami mitosis dan menjadi spermatosit primer. Spermatogonia ini sifatnya diploid (2n) atau mengandung 23 pasang kromosom. Spermatosit primer yang terbentuk juga bersifat diploid (2n).


2. Meiosis

Sesudah spermatosit primer terbentuk, maka sitoplasma yang terbentuk juga semakin banyak dan terjadilah proses meiosis. Spermatosit primer berubah menjadi spermatosit sekunder yang sifatnya haploid (n) kromosomnya. Kemudian spermatosit sekunder membelah lagi pada proses meiosis II dan membentuk lagi n kromosom, sehingga terbentuklah empat buah spermatid yang juga bersifat haploid (n).


3. Spermiogenesis

Proses ini adalah perubahan dari spermatid menjadi spermatozoa (sel sperma matang). Spermatid yang awalnya hanya berbentuk seperti sel-sel epitel yang sederhana, pada proses ini mengalami suatu transformasi yang signifikan, yakni mengalami pemanjangan sehingga terbentuklah struktur yang jelas dari sperma, yakni mmiliki bagian kepala, midpiece, dan ekor.

Sperma yang matang ini akan dikeluarkan melalui meatus urethra (saluran pada penis) bersama dengan cairan yang diproduksi oleh kelenjar vesikula seminalis yakni yang berupa cairan semen yang kental, mengandung fruktosa, asam askorbat, enzim koagulasi (vesikulase) dan prostaglandin. Selanjutnya sperma bercampur dengan cairan dari kelenjar prostat yang berupa cairan seperti susu yang bersifat sedikit asam sitrat, dan juga enzim PSA (prostate spesific antigen), cairan ini berperan dalam aktivasi sperma dan jumlahnya juga banyak, yaitu mencapai 1/3 measurement dari pada semen (cairan sperma).

Dan yang terakhir sperma tersebut bercampur dengan cairan yang di produksi oleh kelenjar cowper (bulbourethra), yang berupa cairan mukoid kental, berwarna bening, yang menetralkan sisa urin yang asam didalam saluran urethra. Setelah itu semua tercampur, maka semen pun diejakulasikan melalui meatus urethra.


Ciri-Ciri Sperma nan Sehat

Adapun sperma yang sehat dan berkualitas dicirikan sebagai berikut:

Ciri-Ciri-Sperma

  • Bentuk sperma yang baik adalah yang berkepala oval atau lonjong dengan ekor yang panjangdanberujunglancip.
  • Sperma yang baik berenang maju secara lurus dan cepat
    Diantara sel sperma itu ada yang membawa sifat laki-laki (Y) dan ada yang membawa potensi perempuan (X). sel ini berenang hingga terjadi pertemuan antara sel sperma laki-laki dan perempuan.
  • Pengetahuan modern berhasil menemukan bahwa kontraksi rahim saat berhubungan badan menjadi sebab terhisap dan tertariknya sel sperma hingga bercampur dangan sel telur. Banyak dari sel sperma ini yang mandul. Angkanya kira-kira mencapai 20%. sehingga sejumlah ini tidak bisa membuahi dengan baik.
  • Sebagian besar darinya mati saat menempuh perjalanan dari penis laki-laki menuju rahim perempuan. Di antara jutaan sel sperma yang berusaha menuju sel telur ini yang sampai di sepertiga akhir tidak lebih dari 500 sel saja. Dari 500 sel ini kemudian ada satu sel yang berhasil menembus sel telur yang tebal.

Hormon yang berperan dalam spermatogenesis

Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya :

  1. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon peransang folikel (Folicle  Stimulating Hormon/ FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormon/ LH).
  2. LH merangsang sel leydiguntuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/ testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.
  3. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis.
  4. Hormon pertumbuhan, secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

Semua proses spermatogenesis dikontrol oleh sistem endokrin, yaitu oleh hormon gonadothropin seperti hormon FSH, ICGSH dan androgen. Rangkaian kejadian pengendalian hormon terhadap spermatogenesis pada sapi jantan adalah

  1. Sapi jantan pada waktu pubertas dicapai hormon FSH mempengaruhi sel Leydig untuk menghasilkan hormon androgen (hormon jantan).
  2. Androgen membuat epitel germinalis dari tubulus seminifrus bereaksi terhadap FSH.
  3. FSH menyebabkan dimulainya spermatogenesis dengan adanya pembelahan sel di spermatogonia.
  4. Spermatogenesis diatur oleh FSH, LH dan androgen serta estrogen.
  5. Androgen terhadap seluruh organ kelamin jantan membantu mempertahankan kondisi yang optimum terhadap spermatogenesis, transportasi spermatozoa dan penempatannya di daerah yang terjadi pembuahan.

Kelainan Pada Sperma

Untuk mengetahui kelainan pada sperma, perlu dilakukan suatu pemeriksaan secara langsung dan juga pemeriksaan dibawah mikroskop, pemeriksaan ini disebut dengan “analisa sperma”. Analisa sperma ini dilakukan dengan cara memeriksa sperma yang biasa dikeluarkan dengan cara onani atau koitus (hubungan badan) terputus.

Kelainan-Pada-Sperma

Sperma yang diejakulasikan di tampung dalam wadah yang bersih dan tidak bereaksi apa-apa terhadap sperma, yang biasa dipakai yaitu tabung reaksi berukuran 50-100 ml ataupun kaca. Kemudian tempat tersebut ditutup supaya tidak terkontaminasi.

Sebelum kita membahas mengenai kelainan-kelainan yang terdapat pada sperma, yang biasanya berujung pada infertilitas (kemandulan), maka perlu diperhatikan terlebih dahulu batas-batas normal pada sperma, karakteristik sperma normal disebut dengan Normozoospermia.

Analisa sperma secara makroskopis bertujuan untuk mengamati :


1. Liquefaction

Sperma yang kental akan mencair (liquefaction) pada suhu kamar dalam waktu 15 sampai dengan 20 menit. Hal ini terjadi karena daya kerja enzim seminim yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Jika sperma yang baru diejakulasikan tampak langsung encer, berarti terdapat kelainan pada vesika seminalisnya. Bila sperma Sesudah 20 menit belum juga mencair, maka terdapat kelainan pada sistem koagulasinya yakni pada enzim seminin yang dihasilkan oleh kelenjar prostat.


2. Volume

Volume normal sperma yaitu  2-3 ml. Volume yang lebih dari 8 ml disebut dengan hiperspermia yang biasa disebabkan oleh kegiatan yang berlebihan oleh kelenjar prostat, dan bisa juga disebabkan oleh ketidak seimbangan hormonal yang biasa disebabkan oleh obat-obatan. Sedangkan measurement yang kurang dari 1 ml disebut dengan hipospermia yang biasa disebabkan oleh ejakulasi yang terlalu sering, dan juga akibat vesica seminalis yang obstruksi (menyempit).


3. Bau sperma

Bau sperma sangat khas, yakni seperti bau bunga akasia. Bau ini dikarenakan oleh oksidasi spermin, yakni suatu poliamin alifatik yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Kelainan seperti infeksi bisa membuat sperma menjadi bau busuk.


4. pH

pH normal pada sperma ialah 7,2 – 7,8. pH yang rendah biasa terjadi karena kelainan pada kelenjar prostat, epididimis, vesika seminalis, dan kontaminasi dengan aerial seni.


5. Warna sperma

Warna sperma normal yakni putih keruh dan sedikit keabu-abuan. Ketidak normalan pada warna sperma dapat dikarenakan oleh infeksi saluran genitalia, yang bisa mengakibatkan warna menjadi kekuningan. Warna sperma juga bisa menjadi kemerahan bila terdapat perdarahan pada saluran genitalia.


6. Kekentalan (viskositas)

Kekentalan pada sperma bisa diperiksa dengan cara menyentuh sperma dengan pengaduk, kemudian terbentuk benang yang panjangnya secara normal yaitu 3-5 cm. Bila viskositas lebih dari batas normal, kelainan bisa terdapat pada jumlah sel sperma yang terlalu banyak, gangguan liquefaction, dan akibat pengaruh obat-obatan.

Kelainan pada motilitas sperma disebut dengan Asthenozoospermia.


Daftar Pustaka:

  • Yatim Wildan. 1990. Reproduksi dan embriolog, Bandung: Tarsito
  • Campbell. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga
  • Subowo. 1995. Biologi sel. Bandung: Angkasa
  • Kimball. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga

Itulah ulasan tentang Sperma adalah : Struktur, Proses, Ciri, Peran dan Kelainan. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.


Baca juga artikel terkaitnya disini juga :

  •  Pengertian Dan Bagian-Bagian Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya Lengkap
  • Pengertian Pernapasan dan Alat-Alat Pernapasan
  • 7 Sistem Pernafasan Manusia Dan Fungsinya Secara Lengkap
  • 16 Fungsi, Pengertian Paru-Paru Manusia Beserta Bagiannya
  • Sistem Pencernaan Dan Organ Pada Manusia Dan Hewan Beserta Gambarnya
  • Penjelasan Hubungan Sistem Otot Dan Saraf